Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Storimini»Bertahan Pasca Perceraian

Bertahan Pasca Perceraian

Storimini jalastoria21 April 2020
Ilustrasi (JalaStoria.id)

Saya pernah melakukan penelitian terkait penerapan konsep sistem peradilan pidana terpadu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan (SPPT-PKKTP) di Kalimantan Tengah. Penelitian dengan menggunakan instrument Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPPT-PKKTP dari Komnas Perempuan itu pada akhirnya membuat saya mengalami perjumpaan dengan sejumlah perempuan penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Walaupun penelitian tersebut sudah selesai, saya sempat mencari kembali para penyintas tersebut. Saya ingin melihat bagaimana kehidupan mereka setelah perceraian dan selesainya proses pendampingan atau terminasi dari lembaga penyedia layanan.

Sedih melihatnya! Ternyata pasca perceraian, mereka memasuki penderitaan jenis lain: ekonomi dan psiko-sosial.

Menjadi janda adalah satu persoalan baru. Dan menjadi orang tua tunggal adalah persoalan lainnya.

Pasca terminasi, mungkin para penyintas ini tidak terlihat sebagai pihak yang membutuhkan pendampingan lagi, padahal mereka umumnya sangat butuh penguatan ekonomi. Namun di sisi lain, sekalipun diberikan modal usaha, mereka tidak serta merta dapat mengelolanya dengan baik karena masih menyimpan masalah psikologis berat. Rata-rata mereka masih labil untuk dapat tegak menempuh kehidupan barunya.  Ketika diberikan modal usaha, resiko kegagalan lebih besar dari keberhasilan.

Saya sendiri sudah berusaha untuk mencarikan mereka pekerjaan. Namun, rasanya saya masih belum dapat menolong mereka. Sangat jarang pemberi kerja yang mau memahami bahwa mereka ini masih dalam keadaan sangat labil. Walaupun sudah dijelaskan, jarang ada yang mau mempekerjakan mereka.

Paling banter, mereka betah bekerja selama tiga bulan. Setelah itu, mereka menganggur lagi. Bahkan, ada yang kemudian mencoba bertahan dengan menikah kembali, tapi kemudian bercerai lagi.

Para perempuan ini sedang berjuang keras untuk bertahan hidup, mulai cara rasional sampai irasional. Di sini saya berusaha maklum, namun kadang-kadang masyarakat tidak demikian.

Bagi perempuan, mempunyai pekerjaan sebelum memasuki perkawinan akan sangat menolong jika terpaksa harus mengalami perceraian.

Namun bagi perempuan yang tidak bekerja dan kemudian meminta bercerai, pada akhirnya saya memilih untuk tidak terlalu mudah berkata cerai. Kecuali kalau KDRT nya parah banget, tentu tidak ada toleransi.[]

 

Evi Nurleni

Dosen Universitas Palangkaraya, Konselor, dan Teolog yang berhimpun dalam Perhimpunan Perempuan Berpendidikan Teologi (PERUATI) Kalimantan Tengah

 

Perempuan Korban Kekerasan
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Perlunya Dukungan Keluarga terhadap Perempuan Tulang Punggung Keluarga

3 April 2026

Maskulinitas Jalan Raya dalam Perspektif Pengendara Motor Perempuan

3 April 2026

Pernikahan Merenggut Identitas Perempuan

3 Maret 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.