Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Telaah»Film»Imperfect: Ubah Insecure jadi Bersyukur

Imperfect: Ubah Insecure jadi Bersyukur

Film jalastoria9 Mei 2020
(sumber: Starvision Plus)

Film Imperfect yang tayang bulan Desember 2019 ini merupakan karya sutradara Ernest Prakasa yang dikenal juga sebagai Standup Comedian. Film ini diadaptasi dari novel karya istri Ernest, Meira Anastasia yang berjudul “Imperfect: A Journey to Self-Acceptance”. Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Meira ketika dibully netizen karena bentuk tubuhnya.

Film Imperfect menceritakan kisah tentang perempuan karir yang mengalami tindakan kurang menyenangkan dari lingkungan kantornya dikarenakan bentuk tubuhnya yang dianggap tidak ideal. Pemeran utama dalam film ini ialah Rara (yang diperankan Jessica Milla). Postur tubuh Rara mengikuti ayahnya yang memiliki tubuh gemuk, rambut keriting, dan berkulit hitam. Rara memiliki adik yang bernama Lulu (diperankan Yasmin Napper). Lulu memiliki bentuk tubuh seperti ibunya, seorang model yang berpostur langsing, berkulit putih, dan berambut lurus.

Rara selalu dibanding-bandingkan dengan Lulu sejak kecil oleh Ibu dan kawan-kawan Ibunya, tetapi Rara sudah tidak peduli dengan omongan orang lain karena sudah terbiasa dari kecil mendengarkan hal itu. Dukungan dari Ayah dan Lulu memberikan semangat Rara untuk terus semangat tanpa memikirkan omongan dari orang yang mencibirnya. Namun meninggalnya ayah Rara memukul psikis Rara walaupun akhirnya ia tetap terus berjuang dan semangat menjalani hidup.

Film Imperfect dapat dibilang sangat relatable dengan kehidupan sehari-hari perempuan masa kini, di mana lingkungan termasuk tempat bekerja sangat memengaruhi cara perempuan dalam memandang kehidupan. Rasa insecure atau bisa dibilang resah karena perkataan orang dan merasa selalu kurang juga selalu membayangi. Teman yang baik dan selalu mensupport pastinya sangat dibutuhkan untuk menangkal rasa insecure tersebut.

Singkat cerita, Rara bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan. Memiliki badan yang dianggap tidak ideal oleh teman-teman kantornya menjadi beban tersendiri bagi Rara. Beruntung Rara memiliki teman yang mengerti permasalahannya, namanya Fey (diperankan oleh Sharefaa Daanish) dan kekasih yang bernama Dika (diperankan Reza Rahadian)  yang menjadi tempat curhat dan support system bagi Rara. Walaupun lingkungan kantornya kebanyakan memandang Rara dengan sebelah mata, ia dapat berprestasi di kantornya dengan menuangkan Ide-idenya yang cemerlang. Ini kemudian membuat Rara selangkah lagi naik jabatan.

Di sinilah permasalahannya. Atasan Rara memberikan syarat kepadanya jika ingin naik jabatan, Rara harus mengubah penampilannya. Awalnya Rara ragu tetapi akhirnya ia menjalani program diet dan mulai merubah gaya hidupnya dengan harapan tercapainya syarat dari atasan Rara yakni berpenampilan  “good looking”.

Film ini juga menyisipkan humor-humor ringan yang sering ditemui di sekitar kita, seperti persahabatan anak-anak kost yang berbeda suku dengan komunikasi yang kocak, sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya persatuan Indonesia.

Ernest Prakasa berhasil menyisipkan pesan-pesan moral yang sangat banyak di dalam film Imperfect ini, seperti jadilah diri sendiri dan jangan selalu dengarkan kata orang lain karena tidak akan ada habisnya. Juga tentang bagaimana perilaku orang tua dapat memengaruhi mental anak. Orang tua yang menonton film ini mungkin akan tercerahkan, contohnya tidak baik untuk membanding-bandingkan anak.

Terakhir, ingat selalu slogan film ini, “ubah insecure jadi rasa bersyukur”.

 

body shaming ernest film imperfect Jalastoria perempuan review film review film imperfect
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Ketika Pengguna Jilbab Kini Menjadi Mayoritas

28 April 2026

Kesadaran Mengenal Identitas Diri Sebagai Perempuan

12 Februari 2026

Perlawanan Perempuan pada Takdir

12 Februari 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.