Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Telaah»Film»The Pacifier

The Pacifier

Film jalastoria3 Juni 2020
gambar review the pacifier

Film The Pacifier ini bisa dibilang film lama karna pertama kali tayang tahun 2005, sudah 15 tahun yang lalu. Bergenre komedi aksi yang diperankan oleh aktor Vin Diesel, mungkin sekarang orang mengenalnya dari film kejar-kejaran mobil berjudul Fast & Furious sebagai Dominic Toretto.

The Pacifier ini disutradarai oleh Adam Shankman yang berhasil membuat Vin Diesel biasanya memang berperan dalam berbagai film aksi, namun di film ini Ia berperan menjadi seorang tentara khusus Navy Seal yang bertugas merawat anak-anak yang bisa dibilang isengnya minta ampun, membuat kita tertawa melihat bagaimana Vin Diesel menangani mereka.

Film ini bermula dari adegan seorang anggota Navy SEAL (Pasukan Khusus Amerika Serikat) yang bernama Shane Wolf (diperankan oleh Vin Diesel) mendapatkan tugas untuk menyelamatkan Profesor Plummer dari kejaran teroris yang mengincar senjata rahasia yang dibuatnya, namun Shane tertembak dan gagal melindungi Profesor Plummer.

Pasca sembuh dari serangan tembakan, ia ditugasi menjaga Istri dan 5 anak dari Profesor Plummer. Selagi Istri mendiang professor tersebut pergi ke Eropa untuk mencari kata sandi dan barang penemuan besar suaminya yang ternyata sebuah alat penyangga peluncur peluru, Shane harus menjaga 5 anak Profesor Plumer sendirian setelah ditinggal oleh Helga, pengasuh 5 anak tersebut yang sudah tidak tahan dengan perlakuan 5 anak itu, belakangan diketahui Shane ternyata Ia mantan putri kecantikan Cekoslovakia.

Kelucuan dimulai, bisa dibayangkan, bagaimana Shane yang tidak menyukai anak-anak harus mengasuh anak, dan anak-anak itupun tidak menyukainya karna pendekatan militer yang Shane berikan. 5 anak tersebut ialah: Seth yang bandel (diperankan oleh Max Theriot), si pemberani Lulu (diperankan oleh Morgan York), Zoe yang mengejar-ngejar pacar yang tak dibutuhkanya (diperankan oleh Brittany Snow), dan bocah kecil yang merepotkan Peter (diperankan oleh kembar  Logan Hoover) dan si bayi Tyler yang tidak bisa diam.

Dapat dibayangkan bagaimana lucunya seorang pasukan khusus harus berurusan dengan anak-anak yang bandel, mengatasi anak lelaki yang sok dewasa, gadis muda yang cerewet, remaja putri yang emosional dan bocah-bocah kecil yang merepotkan di mana dia juga harus membuat susu dan mengganti popok.

Shane yang berlatar belakang militer, susah untuk menghafal nama anak-anak itu sehingga dia memanggil mereka dengan kode panggilan Red One, Red Two dan seterusnya. Hari-hari terlewati dengan saling ketidaksukaan di antara mereka, membuat Shane berpikir bagaimana sebaiknya memberikan sikap yang baik kepada anak-anak.

Pelan-pelan Shane belajar mendekati satu persatu anak-anak asuhnya, memahami setiap permasalahan yang dialami mereka, dan membantunya jika ada kesulitan, termasuk menghajar guru yang selalu bertindak di luar batas.

Cara tersebut nyatanya berhasil membuat luluh perasaan 5 anak tersebut, yang tadinya nakal dan susah diatur menjadi seperti tidak ingin terpisahkan, saling membutuhkan dan Shane menjadi figur pengganti ayah mereka yang telah tewas.

Film ini  memiliki plot twist kocak yang tidak diduga-duga di akhir film, sangat bagus untuk dinikmati  keluarga dan sekaligus sebagai pengingat orang tua bagaimana memperlakukan anak-anak mereka dengan baik agar keharmonisan antara orang tua dan anak dapat terjalin dengan baik.

Jika ingin menikmati film ini, dapat diakses melalui kanal streaming legal Netflix.

review film; film; the pacifier; vin diesel; 2005
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Ketika Pengguna Jilbab Kini Menjadi Mayoritas

28 April 2026

Kesadaran Mengenal Identitas Diri Sebagai Perempuan

12 Februari 2026

Perlawanan Perempuan pada Takdir

12 Februari 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.