Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Ragam»Untuk Media dan Teknologi Digital Ramah Gender

Untuk Media dan Teknologi Digital Ramah Gender

Ragam jalastoria8 Maret 2023
hari perempuan internasional
Ilustrasi (Sumber: Free-vector/Freepik.com)

Hari Perempuan Internasional (International Women Day/IWD) tahun 2023 ini bertema DigitALL: inovasi dan teknologi untuk kesetaraan gender. Sebab laju percepatan tenologi belum bisa menutup celah kesenjangan gender.

Media alternatif perempuan menilai kemajuan teknologi digital semestinya inklusif. Teknologi masih minim inovasi dalam mengurangi permasalahan-permasalahan perempuan. Setidaknya terdapat 14 media alternatif perempuan yang memberi perhatian terhadap persoalan ini.

Berikut pernyataan 14 media alternatif perempuan:

Kami lahir dari keprihatinan terhadap konten-konten isu perempuan di media yang belum dianggap penting dan diberitakan sensional, serta kebijakan yang belum ramah gender dan inklusif. Kami percaya digitalisasi yang inklusif akan membawa perubahan pada posisi perempuan yang lebih baik, termasuk di media.

Baca Juga: Hari Perempuan Internasional: Selebrasi atau simpati?

Kami bersepakat untuk memperjuangkan, pertama, teknologi yang inklusif dan non-diskriminatif. Kedua, konten media berperspektif gender dan inklusif. Ketiga, ruang redaksi yang ramah gender dan kesejahteraan jurnalis. Keempat, stop segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan sensasionalisme terhadap perempuan.

Perjuangan tersebut dilakukan media-media alternatif perempuan di tengah berbagai tantangan internal di antaranya memperluas pembaca, krisis finansial, hingga pentingnya perbaikan managemen. Perjuangan dan tantangan itu menguatkan kebutuhan kolaborasi antara sesama media perempuan. Saat ini ke-14 media alternatif perempuan tersebut berkumpul dan sepakat untuk berkolaborasi dalam berbagai aspek. Agar media-media alternatif perempuan dapat berkelanjutan dan kuat menghadapi berbagai ancaman di masa depan. []

Baca Juga: Kekerasan terhadap Perempuan Lansia: Tidak Terlihat dan Terperhatikan

14 media alternatif perempuan: Konde.co, Bincang Perempuan, Digitalmama.id, JalaStoria.id, Jurnal Perempuan, Katong NTT, LivE Bengkulu, Perempuan Berkabar, Perempuan Berkisah, Srikandi Lintas Iman, Suluh Perempuan, Tentangpuan, Mubadalah, dan Femini.id. Media-media alternatif ini berbasis di berbagai wilayah di antaranya Aceh, Bandung, Bengkulu, Jakarta, hingga NTT.

Konde.co: 081229808814

Hari Perempuan Internasional
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Duka di Rel Kereta Api: Evaluasi Layanan dalam Perspektif Gender

3 Mei 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.