Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Telaah»Buku»Apakah Cinta Hanya Untuk Perempuan Sempurna?

Apakah Cinta Hanya Untuk Perempuan Sempurna?

Buku Redaksi Jalastoria23 Oktober 2025

Oleh: Alfaira

Judul buku : Cinta Untuk Perempuan Yang Tidak Sempurna

Penulis : Najeela Shihab

Penerbit : Literati

Jumlah Halaman : 160 halaman

Tahun Terbit : 2020

Buku “Cinta untuk perempuan yang tidak sempurna” membahas isu-isu tentang perempuan dengan gaya penulisan yang cukup puitis dan menarik. Buku ini berisi kumpulan refleksi dan observasi penulis tentang perempuan dan kehidupan-nya. Buku ini terdiri dari tujuh belas bab. Dalam setiap babnya mengangkat tema penting yang berbeda; Perempuan dengan perempuan, ibu dan anak perempuan, perempuan dan sebuah pilihan, perempuan multiperan, dan kedudukan perempuan dalam masyarakat. Penulis berhasil memberikan kesan yang berbeda dalam setiap babnya, mengemukakan pendapat dengan sangat baik, dan memberikan sebuah dukungan lewat tulisannya.

Buku karya Najeela Shihab ini mengajak kita untuk melepas kacamata sejenak. Menyuruh kita untuk lebih berhati-hati dalam membicarakan perempuan lain. Apalagi membandingkan-nya dan membicarakan tentang kekurangan-nya.  Menjelaskan tentang perundungan-perundungan yang biasa terjadi di sekitar kita. Bahkan tanpa sadar kita mengalaminya, sebagai pelaku—atau mungkin sebagai korban. Bagaimana kebanyakan remaja lebih mementingkan bentuk fisiknya dibanding pendidikannya, respon orang sekitar tentang bentuk tubuh wanita yang baru saja melahirkan, dan bagaimana cara seorang Ibu baru memberi stimulasi terhadap anaknya.

Lihat sekeliling kita, perempuan yang mempertanyakan perempuan lain sering kali yang paling kebosanan sehingga perlu menjadikan kehidupan orang lain sebagai hiburan. (halaman 17)

Banyak perempuan yang lebih dikenal berkat parasnya. Sedangkan di sisi lain, perempuan yang memiliki banyak keahlian dan memiliki karya berjuang keras agar diakui sebagai sosok sempurna. Perempuan di tempat kerja tak bisa menjadi sosok pemimpin karena dinilai terlalu egois dan terlalu banyak bicara. Padahal seharusnya, kedudukan antara perempuan dan laki-laki itu sama.

Tidak ada perempuan yang menjalankan hanya satu peran. Menjadi ibu sekaligus anak dan saudara, istri sekaligus menantu dan ipar, ditambah lagi dengan kewajiban lain yang semuanya hadir dengan tuntutan. (halaman 63)

Bekerja atau pun tidak, perempuan akan tetap menjadi perempuan. Mereka yang tetap bekerja setelah menikah bukan egois. Mereka menjalankan perannya sebagai seorang istri tanpa melupakan jati diri dan kebahagiannya. Meninggalkan Anak di rumah dan menitipkan-nya kepada orang tua atau saudara bukanlah sesuatu yang salah. Mereka bekerja bukan untuk merendahkan suami atau pun mencari hiburan untuk dirinya sendiri.

Tak jarang perempuan yang sudah menikah memilih bekerja untuk membantu keperluan rumah tangga dan kebutuhananak. Meski terkesan meremehkan penghasilan Suami, nyatanya banyak dari mereka yang merasa takut rumah tangganya hancur hanya karena masalah ekonomi. Takut jika harus mengorbankan cita-cita anak karena terhalang biaya. Mereka tidak egois, hanya berusaha membantu membangun keluarga dengan caranya sendiri.

Untuk saya yang belum menikah dan sedang bekerja, sangat membantu saya menyusun langkah berikutnya. Apakah saya akan tetap bekerja dan mengejar karir saya, atau memilih untuk menjadi Ibu rumah tangga setelahnya. Saya harap, ada lebih banyak lagi perempuan yang menyusun langkahnya dengan teliti. Agar rasa penyesalan itu tidak datang karena salah mengambil keputusan.

Lalu, bagaimana dengan ibu rumah tangga? Sama halnya dengan wanita karir, Ibu rumah tangga tetap memiliki kedudukan yang sama. Bagaimana para ibu rumah tangga menjalankan kesehariannya di dalam rumah untuk mengasuh anak dan memastikan rumahnya tetap kokoh dan layak disebut sebagai rumah.

Cara Ibu rumah tangga untuk tetap waras dalam keseharian yang itu-itu saja setiap harinya patut mendapat apresiasi. Mereka berusaha keras untuk menata setiap sudut rumah menjadi cantik, memasak makanan bergizi, dan mendidik anak dengan gigih. Tak ada yang berhak mengomentari bentuk fisiknya. Mereka adalah wanita yang lelah setelah satu hari penuh mengurus urusan rumah tangga. Tidak ada libur khusus untuk para Ibu rumah tangga.

Di dalam salah satu babnya, Najeela menulis tentang hubungan ibu dengan putrinya. Menceritakan seberapa dekat dirinya dengan sang ibu. Dalam bab ini saya merasa sedikit tersentuh. Mungkin benar, banyak anak perempuan yang salah paham dengan cara sang ibu mencintainya. Salah satu hal yang sering merusak hubungan keduanya adalah komunikasi. Saya sendiri sadar jika saya bukan anak yang mudah bercerita dan terbuka. Sampai akhirnya di tahun lalu, kami bertengkar cukup hebat.

Setelah membaca buku ini, saya lebih berusaha untuk memahami perkataan dan tindakan Ibu saya. Jika sebelumnya saya menelan mentah-mentah perkataan Ibu saya, kini saya berusaha selalu menafsirkan maksud dan tujuan-nya. Mungkin sebagai seorang Ibu, mereka berusaha menjaga anak perempuannya agar tidak terjerumus dengan hal-hal yang berbahaya. Anak sering menganggap bahwa ibu memiliki sifat yang egois karena membatasi kebahagiaan dan keinginan anak.

Dalam bukunya, Najeela Shihab memaksa kita untuk membuka mata lebar-lebar dan melihat lebih jauh tentang perempuan dan perannya. Salah satu kelebihan novel ini adalah penulis menggunakan bahasa yang tepat untuk memberi kita arahan. Namun, novel ini juga memiliki kelemahan. Salah satunya, beberapa pesan ditulis secara berulang di beberapa bagian.

~~~

Penulis gemar membaca dan menulis. Memiliki beberapa cerpen dan puisi dalam karya antologi.

Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Ketika Pengguna Jilbab Kini Menjadi Mayoritas

28 April 2026

Kesadaran Mengenal Identitas Diri Sebagai Perempuan

12 Februari 2026

Perlawanan Perempuan pada Takdir

12 Februari 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.