Karawang, 7 November 2025 — Dalam upaya memperkuat peran jurnalisme kampus yang adil dan inklusif, Perkumpulan JalaStoria Indonesia bekerja sama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Pelatihan Pers Kampus bertema “Membangun Jurnalisme Berkeadilan dan Berperspektif Gender”, pada Jumat (7/11) di kampus UNSIKA.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri oleh para mahasiswa, khususnya anggota lembaga pers mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNSIKA. Pelatihan ini menjadi wadah bagi generasi muda kampus untuk memahami nilai-nilai jurnalisme yang tidak hanya mengedepankan kebenaran dan objektivitas, tetapi juga menjunjung tinggi keadilan gender dan keberagaman perspektif.
Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S., Direktur Eksekutif JalaStoria, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun kesadaran gender dalam praktik jurnalistik. Menurutnya, media, termasuk pers kampus, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik yang adil serta menghapus stereotip yang selama ini masih melekat pada isu-isu perempuan dan kelompok rentan. Terutama agar para korban tidak mengalami kekerasan berlapis dalam wujud iklan, tulisan atau kerja-kerja pers lainnya.
“pekerja pers perlu dibekali dengan perspektif dan narasi yang kuat, bagaimana cara mendeskripsikan agar kekerasan berbasis gender yang kemudian mewujud dalam bentuk iklan atau tulisan ya, termasuk pers mahasiswa, pers kampus itu tidak terjadi”, terangnya.
Sambutan oleh Direktur Eksekutif JalaStoria ini sekaligus membuka acara pelatihan pers kampus yang akan diselenggarakan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis seperti Pertamina, Astra, dan Antam, yang turut berkomitmen terhadap pengembangan kapasitas generasi muda di bidang literasi media dan kesetaraan gender.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali dengan teori seputar jurnalisme berkeadilan dan berperspektif gender, tetapi juga dilatih untuk melakukan praktik menulis berita dengan perspektif gender, serta mengidentifikasi bias yang sering muncul dalam media.
Kerja sama antara JalaStoria dan UNSIKA ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun tradisi jurnalistik yang berpihak pada kebenaran, menghargai keberagaman, serta mampu menjadi corong aspirasi masyarakat kampus secara bertanggung jawab. Dengan semangat kolaborasi dan kesetaraan, pelatihan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa UNSIKA untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik yang tidak hanya cerdas dan kritis, tetapi juga peka terhadap isu-isu kemanusiaan dan gender. [UH]

