Setiap tahun, tanggal 25 November hingga 10 Desember diperingati sebagai rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, sebuah momentum global yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai bentuk kekerasan berbasis gender. Di Indonesia, gerakan ini selalu menjadi ruang penting untuk menyuarakan pengalaman korban, mendorong perubahan kebijakan, dan memperkuat solidaritas antar-komunitas.
Tahun ini, tema utama adalah “UNiTE to End Digital Violence Againts All” yang menyoroti kekerasan berbasis gender di ruang digital. Komnas Perempuan juga mengangkat tema yang serupa, “Kita Punya Andil: Kembalikan Ruang Aman”. Yakni berfokus pada penghapusan kekerasan berbasis gender yang semakin berlapis, terutama di ruang digital—mulai dari pelecehan, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, dan beragam bentuk kekerasan digital lainnya. Tema tersebut menekankan pentingnya upaya bersama agar perempuan dapat hidup aman, bebas dari ancaman, baik di ruang fisik maupun digital.
Dalam semangat itu, JalaStoria kembali menghadirkan sebuah program kolaborasi kreatif yang dirancang untuk merangkul lebih banyak suara dari masyarakat. Tahun ini, JalaStoria membuka ajakan kepada Sahabat JalaStoria untuk berkolaborasi dalam konten Instagram sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Caranya sangat sederhana: cukup unggah konten yang berkaitan dengan kampanye ini—baik berupa poster, video pendek, carousel edukatif, testimoni, atau bentuk kreativitas lain—lalu undang akun Instagram JalaStoria sebagai kolaborator.
Program kolaborasi adalah upaya memperluas jangkauan pesan penting tentang penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak. Ketika sebuah konten diposting secara kolaboratif, unggahan tersebut akan muncul di dua akun sekaligus: akun pribadi atau komunitas, dan akun resmi JalaStoria. Artinya, pesan yang ingin disampaikan akan menjangkau lebih banyak orang, masuk ke lebih banyak lini masa, dan pada akhirnya meningkatkan kesadaran publik tentang isu kekerasan yang masih sangat tinggi terjadi di sekitar kita.
Selain itu, program ini diharapkan membantu mempererat hubungan antara JalaStoria dan para pengikutnya. Selama ini, JalaStoria aktif menyebarkan edukasi, informasi hukum, serta materi kampanye terkait isu perempuan dan anak. Namun keberhasilan kampanye tentu tidak mungkin dicapai hanya oleh satu organisasi. Karena itulah, partisipasi publik menjadi sangat penting. Kolaborasi konten merupakan salah satu cara paling mudah dan inklusif untuk melakukannya.
Program ini berlaku sejak 25 November sampai 10 Desember 2025, bertepatan dengan seluruh rangkaian kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Siapa pun dapat berpartisipasi: individu, komunitas, mahasiswa, organisasi lokal, sekolah, atau kelompok hobi. Tidak ada format konten yang baku, selama tema tetap berkaitan dengan kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, cyber violence, atau isu perlindungan anak.
Melalui kolaborasi ini, JalaStoria berharap pesan mengenai pentingnya ruang aman, relasi sehat, dan kesetaraan gender dapat makin sering muncul di lini masa masyarakat. Semakin banyak yang melihat, semakin besar kemungkinan diskusi terbuka terjadi. Dari diskusi itu, pelan-pelan akan tumbuh pemahaman bahwa kekerasan bukan sekadar urusan privat, melainkan persoalan struktural yang harus dihadapi bersama.
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan selalu mengingatkan kita bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, satu unggahan edukatif saja bisa menjadi pemicu kesadaran baru bagi seseorang. Satu postingan kolaborasi mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan oleh banyak orang, dampaknya bisa menjadi gelombang besar yang mendorong lingkungan lebih peduli dan lebih peka.
Ayo siapkan konten terbaik, gunakan kreativitas sebebas mungkin, lalu undang akun @jalastoria sebagai kolaborator. Mari bersama menyuarakan bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan hal yang bisa ditoleransi. Mari bangun ruang yang lebih aman, saling mendukung, dan saling memberdayakan—mulai dari lini masa Instagram kita sendiri. [UH]

