Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Ragam»JalaStoria Gelar Pelatihan Literasi Pers Kampus di UIN Jakarta, Soroti Jurnalisme Berkeadilan dan Berperspektif Gender

JalaStoria Gelar Pelatihan Literasi Pers Kampus di UIN Jakarta, Soroti Jurnalisme Berkeadilan dan Berperspektif Gender

Ragam Redaksi Jalastoria27 November 2025
jalastoria

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tuan rumah kegiatan Literasi Pers Kampus yang diselenggarakan pada Kamis, 27 November 2025. Program yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini digelar oleh Perkumpulan JalaStoria Indonesia dengan mengusung tema “Membangun Jurnalisme Berkeadilan dan Berperspektif Gender”.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S., Direktur Eksekutif JalaStoria menjadi narasumber sesi pertama. Arif Supriyono, jurnalis, sebagai narasumber sesi kedua dan Samsuri, Analis Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Dewan Pers sebagai fasilitator pelatihan. Melalui sesi yang berlangsung sehari penuh, Ninik Rahayu memberikan materi gender dan ragam kekerasan berbasis gender serta mengajak peserta untuk menelaah bersama kasus-kasus kekerasan yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, juga menyinggung pentingnya menghadirkan praktik jurnalisme yang inklusif, sensitif gender, serta berpihak pada nilai-nilai keadilan. Menurutnya, media kampus memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang lebih sehat, kritis, dan sensitif terhadap isu-isu ketidakadilan sosial.

Dalam pemaparannya, Ninik menekankan bahwa mahasiswa—sebagai calon jurnalis maupun penggerak literasi—perlu dibekali pemahaman mendalam tentang bagaimana pemberitaan dapat mempengaruhi cara pandang publik terhadap isu gender. Oleh karena itu, kemampuan menulis, menggali fakta, dan menyajikan informasi secara etis menjadi fondasi penting dalam praktik jurnalistik yang bertanggung jawab.

Sementara Arif Supriyono sebagai narasumber dalam sesi kedua, lebih menyorot tentang kode etik jurnalistik berdasarkan kebijakan atau aturan yang sudah ditetapkan. Lebih lanjut, ia juga melakukan studi kasus terkait pemberitaan tentang kekerasan seksual. Ia mengajak peserta untuk menilai apakah berita dari kasus tertentu sudah berperspektif gender dan memauhi kode etik jurnalistik atau sebaliknya.

Kegiatan Literasi Pers Kampus ini juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa, pers kampus, dan pemerhati isu gender untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas dalam memproduksi konten yang bermutu. Selain membahas prinsip-prinsip jurnalisme berkeadilan, peserta juga diajak memahami teknik peliputan yang menghormati hak narasumber, khususnya kelompok rentan.

Terselenggaranya program ini didukung oleh berbagai pihak seperti Pertamina, Antam, dan Astra, serta kolaborasi langsung dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selaku mitra pelaksana. Dukungan ini mencerminkan komitmen lintas sektor dalam mendorong literasi media dan pembentukan jurnalis muda yang berintegritas.

Dengan adanya pelatihan ini, JalaStoria berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memproduksi karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga membawa perspektif keadilan gender dalam setiap pemberitaan. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pers kampus sebagai pilar literasi dan pendidikan kritis di lingkungan akademik. [UH]

Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Duka di Rel Kereta Api: Evaluasi Layanan dalam Perspektif Gender

3 Mei 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.