Jakarta, 23 September 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang jurnalistik yang berperspektif kemanusiaan (gender), Perkumpulan JalaStoria Indonesia resmi meluncurkan kegiatan “Kick Off Literasi & Pelatihan Pers Kampus: Pemberitaan & Iklan tentang Kekerasan Seksual serta Penghapusan Deskriminasi dalam Era Kecerdasan Buatan (AI)” pada Selasa, 23 September 2025 di Jakarta.
Kegiatan ini didukung oleh tiga perusahaan besar nasional, yakni Astra, Pertamina, dan Antam, sebagai bentuk komitmen sektor industri terhadap penguatan literasi media yang etis dan inklusif di kalangan generasi muda.
Program ini menjadi langkah awal dari rangkaian pelatihan dan pendampingan yang ditujukan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Adapun universitas yang turut berkolaborasi dalam kegiatan ini meliputi Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Medan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Medan.
Melalui kegiatan ini, JalaStoria berupaya mendorong terciptanya ekosistem pers kampus yang berintegritas dan sensitif terhadap isu-isu kekerasan seksual serta diskriminasi berbasis gender. Dalam konteks perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), pelatihan ini juga menyoroti pentingnya etika pemberitaan dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dalam produksi konten media, terutama pada pemberitaan Kekerasan Berbasis Gender (KBG).
Program ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga berpihak pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan korporasi nasional ini menunjukkan sinergi nyata untuk membangun budaya literasi media yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban di Indonesia.
Rangkaian acara selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan memberikan berbagai materi yang dibutuhkan sebagai bekal jurnalis kampus dalam menulis berita berperspektif gender. Diantaranya adalah representasi perempuan di media, perkembangan pemberitaan kekerasan seksual dan manfaat serta risiko pemberitaan kekerasan seksual. Selain tiga materi tersebut, ada banyak materi lainnya yang akan diberikan dalam sepuluh kali pertemuan dengan waktu yang ditentukan bersama. [UH]

