Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Ragam»JalaStoria Dorong Pers Kampus Jadi Garda Depan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

JalaStoria Dorong Pers Kampus Jadi Garda Depan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

Ragam Redaksi Jalastoria7 November 2025
Foto JalaStoria ID

“Kata kunci suksesnya adalah impact — apakah media kampus kita mampu mengedukasi publik tentang pentingnya keadilan bagi perempuan.” Dr. Ninik Rahayu, S.H., M.S (Direktuk Eksekutif JalaStoria)

Dalam upaya memperkuat gerakan penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, Perkumpulan JalaStoria Indonesia bekerja sama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Pelatihan Pers Kampus yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Eksekutif sekaligus Pendiri JalaStoria, yang hadir secara daring. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh pendamping, dosen, dan mahasiswa yang terlibat, termasuk Dr. Lintang dari Universitas Diponegoro Semarang dan Pak Samsuri, koordinator kegiatan antar kampus.

“Meskipun saya tidak dapat hadir secara langsung, saya ingin menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting. Melalui kolaborasi seperti ini, kampus diharapkan menjadi ruang aman bagi perempuan dan motor perubahan untuk menghapuskan kekerasan berbasis gender,” ujarnya.

Gerakan Sosial Berbasis Digital untuk Kemanusiaan

Pendiri JalaStoria menjelaskan, lembaga ini berdiri pada Agustus 2018 sebagai gerakan sosial berbasis digital yang berfokus pada pencegahan serta penanganan diskriminasi terhadap perempuan, terutama kekerasan seksual. Seiring perkembangan, pada Januari 2020, JalaStoria kemudian dikukuhkan menjadi perkumpulan berbadan hukum.

“Kami memulai dari kampanye media. JalaStoria menjadi ruang bagi korban untuk berani bersuara dan melepaskan beban yang menimpanya,” jelasnya

Nama JalaStoria sendiri memiliki filosofi mendalam. Kata Jala terinspirasi dari jaring tradisional Papua, Noken, yang melambangkan keterhubungan dan wadah cerita, sedangkan Storia berasal dari kata story — kisah.

“Kami ingin menjadi jala bagi cerita-cerita perempuan yang selama ini terpinggirkan,” tambahnya.

Adaptasi Teknologi dan Tantangan Media Baru

Dalam era digital, menurutnya, cara mengkampanyekan nilai kemanusiaan juga harus beradaptasi. Ia menyoroti bahwa kini narasi kesetaraan dapat disampaikan tidak hanya melalui tulisan, tetapi juga lewat gambar, video, hingga berbagai platform digital seperti Instagram, Facebook, X (Twitter), dan media sosial lainnya.

“Pers kampus memiliki peran penting untuk menyuarakan nilai kemanusiaan. Gunakan media yang dimiliki untuk mengedukasi masyarakat kampus dan publik tentang pentingnya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan,” tegasnya.

Ia berharap para peserta pelatihan tidak berhenti hanya pada kegiatan ini, tetapi mampu melanjutkan dengan kampanye mandiri yang konsisten. Terutama dalam menulis berita yang berkenaan dengan kekerasan seksual berperspektif gender, guna mencegah terjadinya kekerasan berlapis pada korban.

Kolaborasi dan Harapan ke Depan

Dalam kesempatan itu, Ninik Rahayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi  dan seluruh relawan JalaStoria yang bekerja secara sukarela. Ia juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan berbagai lembaga, termasuk Dewan Pers dan 11 konstituennya, untuk memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang jurnalistik yang berperspektif gender.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal gerakan nyata. Menciptakan iklim pers yang terbebas dari kekerasan dan diskriminasi, terutama dalam penulisan berita kekerasan berbasis gender. Sambutan ini kemudian diakhiri dengan mengucapkan basmalah untuk membuka acara.

 

Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Duka di Rel Kereta Api: Evaluasi Layanan dalam Perspektif Gender

3 Mei 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.