Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Ragam»Pelecehan Seksual Dekat dengan Perkosaan

Pelecehan Seksual Dekat dengan Perkosaan

Ragam jalastoria12 Desember 2018

Segala jenis pelecehan, dengan derajat apapun, apalagi seksual, sudah sepatutnya ditanggapi secara serius. Sebab, membiarkan laku pelecehan seksual terus lestari sama saja membiarkan pelakunya mendekati bui.

Olin Monteiro dari Jakarta Feminist Discussion Group menegaskan, tindak pelecehan seksual itu dekat dengan perkosaan.

Artinya, setiap orang yang dibiarkan melakukan pelecehan seksual dan tindakannya dianggap normal sama saja melapangkan langkahnya menuju aksi yang lebih jahat, yakni pemerkosaan.

“Sexual harassment is one step away to rape,” katanya dalam sebuah Press Briefing: “Bagaimana Perempuan Menghadapi Pelecehan di Ruang Publik” di Por Que No, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Selain dekat dengan perkosaan, pelecehan seksual juga punya andil dalam mengurangi mobilitas perempuan, selaku entitas yang sering menjadi korban. Banyak dari mereka yang ketakutan bahkan trauma karena pengalaman pernah dilecehkan.

Dampaknya kemudian, wilayah kerja perempuan semakin sempit dan berimbas pada pengurangan produktivitas. “Padahal itu bukan salah dia (perempuan) yang sesungguhnya punya hak yang sama di ruang publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Olin menyebut, berdasarkan riset di Amerika Serikat, ada dua kelompok besar pelaku pelecehan seksual. Pertama, mereka yang melakukannya karena peer solidarity atau solidaritas geng.

“Kelompok pertama ini melalukan pelecehan seksual biar terlihat ‘hebat’,” serunya.

Kedua, kelompok yang memang anggotanya memiliki masalah dengan kesehatan jiwa.

Dan masih berdasarkan riset di Negeri Abang Sam (AS), sejumlah orang yang melakukan pelecehan seksual ternyata kedapatan tinggal di “hotel prodeo” karena kasus perkosaan.

“Fakta ini semakin menegaskan bahwa pelecehan seksual memang dekat dengan perkosaan,” katanya. (asw)

Berita Pelecehan Seksual
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Duka di Rel Kereta Api: Evaluasi Layanan dalam Perspektif Gender

3 Mei 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.