Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Ragam»Solidaritas bagi Perempuan Korban Kekerasan di Tengah Pandemi

Solidaritas bagi Perempuan Korban Kekerasan di Tengah Pandemi

Ragam jalastoria19 Mei 2020
Flyer Dialog Santai JalaStoria.id (JalaStoria.id)

Sobat JalaStoria, kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi kapanpun dan di manapun. Apabila kekerasan terhadap perempuan itu terjadi di ranah privat, di mana pelaku merupakan anggota keluarga atau yang tinggal serumah dengan korban, akan timbul kesulitan tersendiri bagi perempuan korban untuk mencari pertolongan. Ya, rumah yang seharusnya menjadi rumah aman bagi perempuan, justru menjadi lokus dan ranah terjadinya kekerasan.

Di tengah pandemi, kesulitan itu menjadi berlipat ganda. Anjuran dari pemerintah untuk tetap tinggal di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19, membuat perempuan korban harus terus menerus bertemu dengan pelaku. Setiap hari, setiap jam, setiap waktu.

Apabila perempuan korban tersebut membutuhkan pertolongan untuk menghindar dari pelaku, tetap bertahan di rumah tentu bukan pilihan. Namun, sayangnya rumah aman atau shelter yang disediakan oleh negara juga menerapkan protokol tertentu yang pada akhirnya membuat pembatasan terkait penerimaan korban yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Baca juga: Masa Pandemi, ke mana Korban KDRT Mencari Rumah Aman?

Kesulitan yang dialami oleh perempuan korban kekerasan di masa pandemi ini mungkin tidak masuk dalam radar pemerintah sebagai kelompok masyarakat yang membutuhkan solidaritas sosial. Oleh karena itu, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta (JFDG – Jakarta Feminist Discussion Group) di bulan April 2020 membangun gerakan solidaritas yang ditujukan untuk membantu perempuan korban kekerasan mengakses rumah aman.  Bantuan yang dihimpun juga ditujukan untuk membantu perempuan korban kekerasan yang berjuang memenuhi kebutuhannya di masa pandemi, perempuan pekerja harian yang mengalami penurunan penghasilan, dan lain-lain.

Penasaran kan, gimana gerakan solidaritas itu dibangun? Terus, siapa aja  nih yang memperoleh bantuan dari gerakan ini? Sejauh mana kemanfaatan dirasakan oleh kelompok sasaran? Apa tantangan dan kendala yang dihadapi dalam gerakan ini?

Yuk ikuti Dialog Santai JalaStoria.id bersama Program Director JFDG, Anindya Restuviani. Catat waktu dan tanggalnya: Rabu, 20 Mei 2020, jam 15.00-16.00 melalui Live IG @Jalastoria.id.  Gak mau ketinggalan informasinya kan? Yuk kepoin!

Pemberdayaan perempuan Rumah aman
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Duka di Rel Kereta Api: Evaluasi Layanan dalam Perspektif Gender

3 Mei 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.