Oleh: Fitri Nurajizah
Terminal Harjamukti tak hanya menjadi terminal induk terbesar di kawasan Cirebon, Jawa Barat. Terminal ini juga menjadi saksi berdirinya sebuah komunitas yang memberi ruang anak-anak untuk belajar toleransi dan perdamaian. Komunitas tersebut ialah Inspiration House. Inisiatif ini dipelopori oleh Cici Situmorang, perempuan Kristen yang fokus menanamkan nilai-nilai perdamaian pada anak-anak.
Sejak tahun 2015, Cici mulai membuka sekolah alternatif gratis bagi anak-anak kurang mampu di sekitar Terminal Harjamukti Cirebon. Awalnya tidak banyak orang tua yang mengizinkan anak-anak untuk belajar bersama Cici, sebab sebagian besar dari mereka takut anak-anaknya yang beragama Islam akan menyimpang atau bahkan pindah agama, mengingat latar belakang Cici yang beragama Kristen. Karena itu, sebagai strategi awal, Inspiration House hanya mengajarkan Bahasa Inggris dan Matematika. Awalnya anak-anak yang datang hanya beberapa saja, setelah 10 tahun berjalan, sekarang sudah hampir 300 siswa bergabung.
Di sisi lain, lambat laun anak muda di Cirebon juga banyak yang tertarik untuk menjadi relawan. Kini kakak-kakak pendamping Inspiration House ada sekitar 13, laki-laki dan perempuan yang beragama Islam dan Kristen. Tentu saja, dengan melibatkan relawan dari lintas agama ini bertujuan agar proses memperkenalkan toleransi pada anak-anak semakin nyata. Sebab, pergaulan sehari-hari sangat efektif dalam menanamkan kebiasaan baik, termasuk soal pentingnya toleransi dan perdamaian.
Ide ini berangkat dari keresahan Cici yang selama ini banyak anak-anak merasa takut untuk bertemu apalagi bergaul dengan yang berbeda keyakinan. Menurut mereka orang yang berbeda secara agama itu menakutkan dan harus dihindari. Karena itu, secara perlahan Cici mengajak anak-anak didiknya untuk melihat bahwa keberagaman itu indah. Orang yang berbeda itu tidak menakutkan dan sangat boleh untuk bertemu, berdialog bahkan bersahabat dengan mereka.
Harmony Kids Trip, Ruang Perjumpaan dengan yang Berbeda
Selain melibatkan kakak-kakak pengajar dari Kristen dan Islam, Cici juga berinisiatif untuk mengajak mereka bertemu dan belajar secara langsung pada orang yang berbeda keyakinan. Lewat prorgam Harmony Kids Trip, anak-anak Inspiration House berkesempatan untuk mengunjungi lima rumah ibadah yang ada di Cirebon.
Pada kesempatan ini, anak-anak yang sembilan puluh persennya Islam bisa berkunjung, bertemu dan belajar langsung tentang agama yang beragam ini. Mereka bebas untuk bertanya dan mendalami apapun tentang nilai-nilai yang ada di agama-agama tersebut. Selain anak-anak, para orang tua juga ikut terlibat. Sehingga anak dan orang tua bisa memahami bahwa berkunjung dan bertemu dengan orang yang berbeda agama tidak menyeramkan seperti yang sering dikatakan orang-orang di luar sana.
Selain berkunjung ke lima rumah ibadah, anak-anak juga diajak untuk mengunjungi situs-situs bersejarah yang ada di Cirebon, misalnya ke Keraton Kasepuhan dan Kanoman, yang merupakan tempat tinggal Para Sultan Jawa di masa lampau. Selama melakukan trip, anak-anak dan orang tua diberi ruang untuk dapat berbincang dengan para tokoh agama, yang kebetulan berperan sebagai pemandu yang menjelaskan budaya serta sejarah tempat yang mereka kunjungi. Mereka didorong untuk belajar tentang sejarah Indonesia yang ternyata dibangun dengan penuh keberagaman.
Melalui program Harmony Kids Trip, kini orang tua dan anak-anak Inspiration House sadar bahwa toleransi dan perdamaian itu penting untuk dimiliki setiap orang. Mereka tidak takut lagi untuk bertemu, berdialog bahkan bersahabat dengan orang yang berbeda keyakinan.
Program Cilik-cilik Juru Bicara Pancila
Selain program Harmony Kids Trip, Inspiration House juga menciptakan program Cilik-cilik Juru Bicara Pancasila. Dalam program tersebut, anak-anak diajak untuk memahami lima prinsip Pancasila lewat berbagai games menarik. Sehingga pendidikan ini tidak terasa berat, justru menyenangkan. Dalam Cilik-cilik Juru Bicara Pancasila, anak-anak tidak dipaksa untuk menghafalkan prinsip-prinsip sebagaimana yang mereka lakukan di sekolah. Sebaliknya, diskusi berkisar pada bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hal ini, anak-anak muslim lebih banyak dikelompokkan untuk berdiskusi dengan guru-guru Kristen, begitu pun sebaliknya. Harapannya dari interkasi ini, mereka semakin yakin bahwa perbedaan itu anugerah. Sebagai warga negara, apapun keyakinannya, mereka adalah saudara yang harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, dilindungi hak-haknya dan juga dihormati pilihan hidupnya.
Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Damai
Inspiration House bukan hanya sebagai komunitas belajar anak-anak, tapi juga sebagai ruang untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian pada anak.
Program-program yang dilakukan di Inspiration House adalah salah satu upaya untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang menghargai perbedaan, merayakan keberagaman dan merawat perdamaian.
Melalui program-program yang unik ini, harapannya akan melahirkan banyak agen perdamaian di Indonesia. Ini lah salah satu cita-cita Cici dan para guru relawan Inspiration House. Mereka ingin ada banyak anak-anak yang tidak takut berteman dengan orang yang berbeda keyakinan. Yang kemudian selanjutnya, mereka punya empati dan kepekaan terhadap orang yang berbeda.
Sehingga mereka tidak menjadi orang yang mudah menghakimi, menyakiti apalagi melakukan kekerasan pada orang yang berbeda keyakinan. Justru sebaliknya, anak-anak Inspiration House tumbuh menjadi generasi yang empati pada sesama, penuh kasih sayang dan senantiasa menebar nilai-nilai toleransi dan perdamaian. []
Kunjungan ke gereja dalam program Harmoni Kids Trip sebelum pandemi (Foto: KBR.ID)
