Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Storimini»Menemukan Kembali N yang Hilang

Menemukan Kembali N yang Hilang

Storimini jalastoria16 Agustus 2019
Ilustrasi

Suatu malam di awal Agustus, Moh. Nur, Tim Advokasi Pekerja Luar Negeri Indonesia (Peruni), mendapat kabar dari seorang petugas haji, Toriq, bahwa di Perumahan Haji Indonesia nomor 107 wilayah Shisah Makkah alMukarromah ada Pekerja Migan Indonesia (PMI) yang diturunkan oleh Taxy di depan hotel dalam keadaan lemah dan tidak bisa berjalan.

Saat itu, Moh. Nur yang juga mengadu nasib di Kota Makkah sebagai PMI, sedang mengantar majikannya dalam suatu perjalanan. Tak mungkin baginya meninggalkan pekerjaannya saat itu. Ia pun kemudian menghubungi DBS, pengurus Peruni yang tinggal bersamanya.

DBS pun bergegas menuju perumahan Haji indonesia nomor 107 itu. DBS langsung menemui petugas haji yang melapor ke Moh. Nur dan akhirnya langsung menemui PMI tersebut. Kondisi PMI itu sangat lemah, sehingga DBS dan petugas haji itu mencarikan kursi roda untuk membawanya menuju taxy yang akan mengantarkannya ke Sekretariat Peruni. Setiba di Sekretariat Peruni pun ia kemudian digendong karena kakinya sangat lemah untuk digunakan berjalan. DBS sendiri yang menggendongnya sejak turun dari taxy.

Di tengah kondisinya yang sangat memprihatinkan, PMI tersebut masih dapat menceritakan ihwal kejadian yang dialaminya. Ia adalah N, seorang perempuan asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ia memiliki ijin tinggal (iqomah) yang sudah habis masa berlakunya karena tidak diperpanjang oleh majikan. Sayangnya, iqomah dan paspor N ditahan oleh majikan. Selama bekerja 1,5 tahun dengan majikan tersebut, N tidak pernah menerima gaji yang menjadi haknya.

N kemudian keluar dari rumah majikannya tanpa membawa serta iqomah dan paspor. Seorang teman kemudian memberinya pekerjaan di wilayah Sar’e al-Hajj. Namun, lagi-lagi N mengalami nasib yang sama. Majikan yang kedua ini juga tidak memberikan gaji kepada N selama 1,5 tahun ia bekerja, sampai akhirnya N menderita sakit. Ia dirawat di suatu rumah sakit tanpa identitas karena pihak rumah sakit pun tidak memperoleh informasi kartu ijin dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Diketahui, N kemudian dianggap majhul (menghilang).

Malam itu juga, sepulang kerja, Moh. Nur menghubungi anggota keluarganya, M, yang bertindak sebagai perwakilan Peruni Lombok Tengah. Moh. Nur meminta M untuk menelusuri keluarga N di Lombok Tengah.

Penelusuran itu akhirnya membuahkan hasil. M berhasil menemui keluarga N di Lombok Tengah. Ternyata, sudah lama N dianggap meninggal karena tidak pernah ada kabar. Tangis haru dan bahagia pun pecah. Ibunda N pun tak sanggup menyembunyikan kekagetannya ketika diperlihatkan kondisi N yang memprihatinkan.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melengkapi identitas N agar proses pemulangan dapat dilakukan. Untuk itu, DBS yang mendampingi N di sekretariat meminta kepada keluarga N untuk segera mengirimkan informasi identitas N. Selain itu, perlu juga dilakukan advokasi kepada kedua majikan yang telah menahan gaji N selama masing-masing 1,5 tahun.

Entah apa yang akan terjadi jika N tidak ditemukan oleh petugas haji tersebut yang sigap memberikan jalan ke mana N harus mencari pertolongan. Identitas N yang sempat disebut menghilang pun akhirnya menjadi terang benderang berkat kegigihan M menempuh perjalanan panjang dan terjal mencari hingga ke pelosok daerah tempat N berasal. Dengan ketulusan, mereka telah bahu membahu menyelamatkan lagi seorang Pekerja Migran Indonesia.

Semoga N diberi kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin.

Dudu Badrusalam, SH
Pengurus Pekerja Luar Negeri Indonesia (Peruni)

===

Tulisan ini dituliskan kembali untuk JalaStoria.id

Pekerja Migran
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Perlunya Dukungan Keluarga terhadap Perempuan Tulang Punggung Keluarga

3 April 2026

Maskulinitas Jalan Raya dalam Perspektif Pengendara Motor Perempuan

3 April 2026

Pernikahan Merenggut Identitas Perempuan

3 Maret 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.