Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Perspektif»Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini

Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini

Perspektif jalastoria11 Desember 2021
seks usia dini
Ilustrasi (Pch.Vector/Freepik.com)

Oleh: Your  Saving Place @nurxaledaaa

Hai guys, buat kalian ibu-ibu muda, udah mulai buat ajarin tentang Alat vital mereka sedari dini ga? Hmmmm hal ini penting banget lho moms buat tumbuh kembang anak ke depannya. Ini agar sang anak juga mengetahui batasan atas dirinya dan juga cara menghargai lawan jenisnya.

Pendidikan seks untuk usia dini ini gunanya apa sih, kak? Yup bagus banget, mungkin banyak orang tua di Indonesia yang masih awam banget mengenai Sex Education untuk anak-anaknya dan treatment yang baik dalam parenting mereka memberikan pengetahuan tentang sex.

Nah, gunanya pendidikan seks usia dini adalah:

  1. Memberikan pengetahuan kepada anak tentang batasan yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan terhadap lawan jenis.
  2. Memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menjaga bagian vital mereka dan merawatnya.
  3. Memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang seks edukasi untuk tumbuh kembang kedepannya.

Nah, treatment apa sih yang pas buat seks edukasi terhadap anak sesuai umurnya? Cusss…

 

Anak umur 0-2 Tahun

  1. Memberi tahu nama dari setiap bagian kelaminnya. Gunakan nama yang sesuai, misal vagina, penis, anus, lubang kencing. Hindari menggunakan istilah seperti “burung”, “titit”, dan sebagainya.
  2. Ajarkan anak mengenai perbedaan jenis kelamin, nah misal yakni laki-laki dan perempuan. Bentuk aktivitas sederhananya adalah mengatakan bahwa ayah adalah laki-laki dan ibu adalah perempuan.

Anak umur 2-5 tahun

  1. Ajarkan bagian tubuh yang tak boleh disentuh oleh sembarang orang, seperti dada, perut, penis atau vagina, dan bokongnya.
  2. Ajarkan anak bila ada yang menyentuh bagian tersebut, ia harus memberitahu orang tuanya.

Anak umur 5-8 Tahun

  1. Jelaskan fungsi reproduksi secara sederhana. Sebagai contoh, laki-laki memiliki sperma, perempuan memiliki sel telur. Sperma yang bertemu sel telur akan menjadi bayi yang tumbuh di perut perempuan dan dilahirkan melalui vagina.

2.Jelaskan secara sederhana mengenai hubungan seks. Anak-anak, terutama bila sudah masuk sekolah dasar, mungkin akan mendengar kata seks. Apalagi di umur ini adalah mulainya anak-anak mengalami menstruasi dan mimpi basah.

Anak umur 9-12 Tahun

  1. Jelaskan mengenai pubertas. Saat memasuki fase ini, anak mungkin akan menunjukkan tanda pubertas, seperti payudara yang membesar dan haid pada anak perempuan, serta mimpi basah di mana penis mengeluarkan air mani pada anak laki-laki.
  2. Tanda lainnya adalah tumbuhnya rambut ketiak dan rambut kemaluan. Ajarkan hal ini menggunakan media lain seperti televisi, buku, atau poster. karena pada umur 9-12 tahun sendiri adalah masa di mana anak banyak explore dan mencari tahu tentang semua rasa keingitahuannya secara luas.

Anak umur 13-18 Tahun

  1. Terlibat aktif dalam kegiatan harian anak. Ikutilah hobinya atau kegiatan yang digemarinya. Dengan demikian, ia akan lebih nyaman bercerita tentang hal-hal lain, bahkan topik seks.
  2. Jadilah sahabat dan pendengar yang baik bagi anak dan terutama memberikan privasi terhadap anak terhadap ruang nya sendiri. []

 

Informasi ini dituliskan oleh akun Twitter Your Saving Place @nurxaledaaa pada 25 November 2021 dan diterbitkan oleh JalaStoria atas seizin penulis.

Pendidikan seks Sex Education
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026

Teror terhadap Perempuan Pembela HAM dan Erosi Kebebasan Berpendapat

28 April 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.