Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Telaah»Film»Series Bestie, Potret Kompleksitas Persoalan Perempuan

Series Bestie, Potret Kompleksitas Persoalan Perempuan

Film jalastoria25 Februari 2023
perempuan
Tangkapan layar episode 1 series Bestie (YouTube Vidio)

Vidio Original Series “Bestie” mengisahkan persahabatan empat perempuan dewasa; Hana, Kiara, Sheila, dan Vina. Mereka punya persoalan khas perempuan. Meski terlahir dari keluarga kaya, ayah Hana terus menagih kesediaannya untuk menikah. Sementara Hana tak lagi tertarik pada ikatan perkawinan lantaran trauma masa kecilnya yang tumbuh dari keluarga toxic. Ayahnya bahkan meremehkan kemampuan Hana menjalankan bisnis yang tengah ia rintis.

Kisah selanjutnya adalah Kiara. Sebagai seorang aktris, Kiara sempat mempercayai perilaku manipulatif suami dari produsernya. Kepada Kiara, laki-laki itu mengatakan sudah jenuh dan tak lagi mencintai istrinya. Sampai suatu saat perselingkuhannya terbongkar. Meski begitu, tiga perempuan bestie-nya tak meninggalkan Kiara. Mendukung Kiara untuk bangkit dan kembali menekuni aktingnya.

Di antara Hana, Kiara, dan Vina, Sheila terlihat sangat khas. Ia mengidap gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Sebagai konsultan seks bagi pasutri, Sheila juga punya persoalan yang related dengan kehidupan nyata. Ia selalu penuh tekanan saat ibu mertua bertandang dan menginap di rumahnya. Sebab, pertanyaan, “kapan kamu mau memberikan mama cucu,” selalu membuat Sheila cemas.

Konflik berikutnya dialami Vina. Ia adalah perempuan yang sudah menikah dengan satu orang anak. Dari Kiara, Vina dan dua teman yang lain tahu kalau Beni (suami Vina) dan selingkuhannya tengah berada di satu hotel yang sama dengan Kiara. Hana lalu mengarahkan Vina dan Sheila untuk bersiap dan mengajak mereka untuk memergoki perilaku busuk Beni. Meski Vina sempat ragu, dukungan teman-teman terdekatnya itu berhasil menguatkan Vina untuk ikut ke hotel tersebut. Alhasil, Vina menyaksikan perselingkuhan suaminya.

Baca Juga: Sulitnya Hidup Sebagai Perempuan

Vina gamang. Selain pertimbangan masa depan Laura anaknya, Vina juga khawatir dengan sumber finansialnya. Di sini Hana yang tumbuh di lingkungan keluarga toxic membagi pengalaman. Bahwa anak selalu menjadi korban dari hubungan toxic orang tuanya. Vina pun kembali kuat.

Tekat Vina bulat, setelah ia menanyakan kesediaan teman-teman terdekatnya untuk terus mendukung, termasuk dalam hal finansial.

Hari itu pun tiba. Beni datang ke rumah dan menuding Vina telah mempermalukannya di hadapan selingkuhannya. Percekcokan berujung pada pertanyaan Beni, “jadi kamu maunya apa?” Vina menjawab tegas kalau ia menghendaki bercerai. Beni mengiyakan disertai hinaan, “kamu bisa apa tanpa aku.”

Kedatangan Beni selanjutnya memaksa Vina untuk menandatangani surat perceraian dan melemparkan kesalahan kepada Vina. Bahwa alasan perceraian lantaran Vina berselingkuh. Tentu saja Vina menolak. Beni memaksa dengan beragam cara. Terakhir, Beni menggunakan Laura (anaknya) sebagai cara untuk memaksa Vina. Di sini Vina luluh, menandatangani surat perceraian dan menerima uang pemberian Beni sebesar Rp 75 juta. Sejak penandatanganan surat perceraian Beni mengusir Vina dan anaknya dari rumahnya.

Baca Juga: 10 Quote di Hari Gerakan Perempuan Indonesia

Beruntung Vina punya bestie yang terus mendukungnya untuk bangkit berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Vina lalu memulai usaha katering dibantu Kiara sebagai marketingnya. Usaha ini gagal. Sebagaimana yang selalu dikatakan tiga bestie-nya kalau Vina adalah pekerja keras, ia menerima pekerjaan baru di sebuah restoran. Di sini permasalahan Vina tak berujung. Ia mengalami kanker payudara stadium 3. Lagi-lagi dukungan bestie dan atasannya (yang kelak jadi pasangannya) meneguhkan semangat Vina untuk menjalani pengobatan.

***

Series “Bestie” bergenre drama romantis ini disutradarai Pritagita Arianegara. Ia piawai memotret konflik dan situasi khas perempuan. Bahwa situasi dan permasalahan perempuan tak mengenal perbedaan desa atau kota, miskin atau kaya. Kenyataannya memang sampai hari ini perempuan masih dianggap sebagai obyek semata, entah dia masih melajang apalagi yang sudah menikah. Dari persoalan yang dihadapi Hana, Kiara, Sheila, dan Vina, menjadi cara bagi sutradara untuk mengikis pandangan umum kalau perempuan sebagai sosok lemah. Melalui empat sosok inilah sutradara menyampaikan citra baru perempuan sebagai manusia tahan uji, berani, dan bebas menentukan nasibnya sendiri.

Selain itu, sebagai sutradara, Pritagita berhasil menyampaikan pesan woman supporting woman. Bahwa pertemanan perempuan tak pernah meninggalkan sesamanya saat tengah jadi korban dan tidak berdaya. Pertemanan yang menyatukan perbedaan karakter tapi tetap saling menjaga.  Sebagai pesan untuk membangun kesadaran, bahwa sebagai kelompok rentan, perempuan perlu saling mendukung perempuan sebaya. [Nur Azizah]

 

 

 

 

perempuan perempuan berdaya
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Pangku: Tubuh yang Bekerja, Tubuh yang Bertahan

12 Januari 2026

Perjuangan Perempuan Korea dalam Menghadapi Triple Exploitation di Film Factory Complex

12 Januari 2026

Ketimpangan dalam Relasi Intim dan Dampaknya bagi Perempuan: Realita Kelam dalam Drama S Line

11 Januari 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.