Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»Storimini»Tersebab Permintaan Poligami

Tersebab Permintaan Poligami

Storimini jalastoria12 September 2018
Ilustrasi

Sabar dan tawakal menjadi pegangan utama bagi perempuan ini dalam menjalani hidup.

Apalagi ustadzah pengajar di pengajian yang sering dihadirinya selalu menekankan hal itu, terutama di saat kena dera ujian dalam perkara rumah tangga.

Tetapi untuk urusan yang satu ini, sang perempuan terasa sulit menerapkan dua sikap mulia itu: suaminya kekeh mau berpoligami.

Atas keputusan sang suami itu, cek-cok pun tak terhindarkan.

Dan saking seringnya berselisih, anak-anaknya pun tak terhindarkan untuk turut menyaksikan perseteruan itu.

Tidak jarang sang istri kena dera kekerasan dari suaminya yang bahkan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.

Dan pernah suatu waktu sang perempuan mau melaporkan tindakan kekerasan itu ke pihak berwajib, namun niat itu diurungkannya karena takut.

Pengirim
Pegiat Isu Perempuan dan Anak

*sumber foto: independent.co.uk
—–

Stori Mini

Tulisan ini diolah berdasarkan testimoni/cerita berbasis fakta, yang diperoleh redaksi, mengenai pengalaman seseorang/sekelompok orang saat merasakan, menyaksikan atau mengetahui persoalan yang melilit hidup perempuan/anak baik dalam bentuk kekerasan maupun kejahatan fisik, psikis, ekonomi, dan/atau seksual.

Tulisan ini dimuat dengan dua tujuan. Pertama, pelepasan tekanan dan beban yang menumpuk di hati dan pikiran korban, pengirim stori mini. Kedua, penyebar-luasan pengalaman sebagai upaya saling-menguatkan di antara korban lain, pembaca stori mini, dengan pengalaman serupa.

Sekaligus juga sebagai upaya edukasi kepada khalayak tentang betapa menderitanya perempuan/anak korban kekerasan dan kejahatan fisik, psikis, ekonomi, dan/atau seksual.

Perempuan Korban Kekerasan
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Perlunya Dukungan Keluarga terhadap Perempuan Tulang Punggung Keluarga

3 April 2026

Maskulinitas Jalan Raya dalam Perspektif Pengendara Motor Perempuan

3 April 2026

Pernikahan Merenggut Identitas Perempuan

3 Maret 2026

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.