Close Menu
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Makna Logo
  • Daftar Isi
  • Tim Kami
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
  • Arsip
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
JalaStoria.idJalaStoria.id
  • Home
  • Ragam
  • Perspektif
  • Storimini
  • Sosok
  • Telaah
    • Hukum
    • Riset
    • Buku
    • Film
  • Konsultasi
  • Mitra
  • Media
  • English Version
JalaStoria.idJalaStoria.id
Home»News»Putri Pertiwi: Pelukis Down Syndrome Multi Talenta

Putri Pertiwi: Pelukis Down Syndrome Multi Talenta

News jalastoria12 Maret 2020
Putri Pertiwi
(Sumber Foto: KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

Mungkin istilah down syndrome bagi kebanyakan kita masih asing ya. Jadi, down syndrome itu adalah suatu kelainan kromoson sejak bayi masih dalam janin, sehingga menyebabkan pertumbuhan fisik dan mental penyandangnya menjadi terbatas. Namun keterbatasan itu tidak malah menghalangi mereka untuk berkarya. Putri Pertiwi salah satunya.

Putri Pertiwi, berusia 28 tahun. Meski usianya sudah dewasa, Putri masih terbatas dalam berkomunikasi, membaca, juga menulis.

Meskipun fisik dan mental Putri mengalami keterbatasan, orang tua putri, juga kakak lelaki dan istrinya sangat menyayangi Putri. Putri pun menyayangi mereka sepenuh hatinya. Itu tertuang jelas dalam lukisan-lukisan Putri di atas kanvas tentang keluarganya.

Pada tanggal 5-13 Januari 2019, Putri berpameran tunggal karyanya di Bentara Budaya Yogyakarta, loh!

Pameran tunggalnya bertajuk: Titik Balik

Iya, Putri memang seorang pelukis; perempuan pelukis.

Dan meskipun Putri penyandang down syndrome, Putri pandai melukis, meskipun belum semahir pelukis profesional seperti maestro lukis Mia Bustam, Kartika Affandi, Dullah  atau Raden Saleh.

Menurut ibunya, Putri tertarik pada dunia menggambar sejak ia sekolah Taman Kanak-kanak di Sekolah Luar Biasa YPAC di Surabaya, rumah mereka dulu.

Ketika keluarga Putri pindah ke Yogyakarta pada tahun 2000, Putri melanjutkan hobi menggambar dan melukisnya  dengan bimbingan guru lukis, seorang sarjana dari Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Bahkan pada tahun 2017 Putri juara pertama lomba mewarnai untuk anak-anak down syndrome pada peringatan berdirinya Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta.

Pada pembukaan pameran lukisan itu, Pak Oei Hong Djien, seorang kolektor seni rupa dalam kata sambutannya mengagumi karya-karya Putri. Pak Hong Djien menyampaikan jika poster tidak menginformasikan bahwa Putri adalah seorang penyandang down syndrome, beliau pikir lukisan-lukisan itu dibuat oleh orang biasa.

Pak Hong juga bilang kekurangan di masyarakat kita adalah masih sering memberi stigma pada orang dan pameran Putri sangat penting sekali karena ini bisa membuka pikiran masyarakat kita bahwa orang dengan disabilitas juga bisa berkarya selayaknya orang lainnya asal ada kemauan dan dibantu oleh orang-orang sekitar.

Semoga kelak Putri bisa menjadi maestro lukis seperti Affandi. Dukungan kita juga sangat berarti bagi Putri dan para penyandang disabilitas lainnya.[]

 

Wida Semito

A music & food enthusiast who love to read books

 

(Sumber liputan wartawan Kompas Haris Firdaus/Citra Anugrahanto pada Koran Kompas terbitan 12 Januari 2019 – vid)

Perempuan dengan Disabilitas
Share. WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email Telegram

Related Posts

Lily Pujiati dan Jejak Perjuangan Perempuan Ojol di Jalanan

15 April 2026

JalaStoria dan Astra Gelar Program Literasi Pers Kampus dan Sosialisasi Lomba untuk Perkuat Kapasitas Mahasiswa di Bidang Jurnalistik Berperspektif Gender

16 Oktober 2025

Jarang Orang Tahu! Inilah Memory Banda: Pejuang Hak Anak dan Perempuan dari Malawi, Afrika

25 September 2025

Comments are closed.

Relasi Gender di Suku Tuareg: Perempuan Tidak Bercadar, Laki-Laki yang Harus Melakukannya

9 Mei 2026

Mengecam Keras Pelaku Kekerasan yang Berlindung di Balik Otoritas Pendidikan dan Keagamaan

9 Mei 2026

Kala Split Bill Sentil Maskulinitas Pria

7 Mei 2026

Menjaga Perempuan atau Mendidik Laki-laki?

4 Mei 2026
banner jalastoria
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Makna Logo
  • Kirim Tulisan
© 2026 | All rights reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.